Kemampuan berhitung permulaan merupakan salah satu aspek
perkembangan kognitif yang penting untuk distimulasi sejak usia dini karena
menjadi dasar bagi anak dalam memahami konsep matematika pada jenjang
pendidikan selanjutnya. Namun, pada kenyataannya masih banyak anak usia 5–6
tahun yang mengalami kesulitan dalam mengenal lambang bilangan, mengurutkan
bilangan, serta melakukan operasi hitung sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5–6 tahun melalui
penggunaan media busy board Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian
adalah anak kelompok B TK Salam 02 Karangpandan yang berjumlah 15 anak.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes unjuk kerja, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media busy board
dapat meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak, yang ditunjukkan oleh
peningkatan persentase ketuntasan belajar dari tahap pratindakan 4 siswa (26,57%)
yang mencapai ketuntasan, siklus 1, 9 siswa (60%) yang mencapai ketuntasan,
hingga siklus II, 13 (86,67%) siswa yang mencapai ketuntasan. Media busy board
mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai
dengan karakteristik perkembangan anak usia dini sehingga anak lebih aktif dan
antusias dalam kegiatan berhitung. Dengan demikian, media busy board dapat
dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan
kemampuan berhitung permulaan anak usia dini.