Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat bagaimana dinamika hubungan
sosial antara peserta didik reguler dan peserta didik autis berlangsung dalam
keseharian, baik melalui keterlibatan dalam kegiatan kelas, partisipasi dalam
permainan, maupun respons terhadap perbedaan karakteristik. Fokus penelitian
meliputi bentuk interaksi yang terjadi, faktor yang memengaruhi, serta dampak dari
interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan guru pendamping khusus
(GPK) di SD Al Firdaus Surakarta, yang dipilih melalui teknik purposive sampling
dengan kriteria guru kelas dan guru pendamping khusus yang menangani peserta
didik autis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara.
Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara peserta
didik reguler dan peserta didik autis berlangsung cukup dinamis. Interaksi positif
ditunjukkan melalui kerja sama dalam tugas kelompok, akomodasi, asimilasi dan
alkuturasi yang mencerminkan kepedulian, dan penerimaan terhadap perbedaan.
Sementara itu, interaksi negatif seperti persaingan hingga konflik ringan dan
penolakan sesaat juga masih ditemukan. Faktor pendukung dalam interaksi meliputi
sistem sekolah yang inklusif, keterlibatan guru, dan rutinitas interaksi. Sedangkan
faktor penghambatnya antara lain keterbatasan komunikasi peserta didik autis,
minimnya pemahaman peserta didik reguler, ketergantungan terhadap guru,
stereotip, serta perbedaan gaya belajar. Interaksi sosial yang terjadi memberikan
dampak positif bagi peserta didik reguler berupa tumbuhnya empati dan kesadaran
sosial, serta bagi peserta didik autis berupa peningkatan kemampuan interaksi dan
rasa percaya diri.