Kehidupan di dalam institusi sosial dengan berbagai karakteristik penghuni berpotensi memicu dinamika kelompok yang beragam dan rentan menimbulkan konflik intragroup. Salah satu faktor penyebabnya merupakan komunikasi interpersonal antarpenghuni yang tidak efektif. Saat ini, belum terdapat banyak penelitian yang berfokus mengkaji hubungan antara kedua variabel dalam konteks panti sosial wanita. Padahal, terdapat fenomena konflik intragroup pada penghuni panti sosial wanita, baik secara verbal maupun fisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kemampuan komunikasi interpersonal dengan konflik intragroup pada penghuni panti sosial wanita di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Peneliti menggunakan korelasi Pearson untuk menganalisis hubungan bivariat antara dua variabel. Pengumpulan data menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal (α = 0,84) dan Scale of Conflict in Group (CIG; α = 0,92). Partisipan penelitian (N = 48) merupakan penghuni panti sosial wanita di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang memenuhi kriteria penelitian, yakni berusia 18–59 tahun, tinggal di panti selama minimal dua bulan, memiliki kondisi psikologis yang stabil, serta dapat mengikuti rangkaian kegiatan penelitian. Uji statistik korelasi Pearson menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal penghuni panti dengan konflik intragroup di panti sosial wanita tidak memiliki hubungan yang signifikan (r = -0,151, p = 0,305). Hal tersebut diduga karena kompleksitas dinamika kelompok akibat latar belakang penghuni panti yang sangat beragam. Walau hubungan kedua variabel tidak signifikan, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai acuan studi lanjutan mengenai hubungan antara konflik intragroup dengan aspek psikologis lainnya untuk dapat memahami fenomena konflik intragroup yang terjadi di panti sosial wanita.