Perkembangan teknologi melahirkan media baru dalam berkomunikasi yaitu media sosial. Sebuah platform media sosial yang banyak diminati di Indonesia salah satunya adalah instagram. Melalui aplikasi rancangan Kevin Systrom dan Mike Krieger ini, ratusan juta pengguna dapat berbagi ilmu, momen atau cerita melalui foto dan video. Di Indonesia sendiri, ragam konten dibagikan oleh orang-orang misalnya yang bertema travelling, dakwah, tutorial masak, dubsmash, parodi, musik, sulap, kuliner, dan sebagainya. Adanya konten yang disebarkan di dunia maya sedikit banyaknya pasti berpengaruh terhadap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi komunitas feminis Jejer Wadon Solo terhadap kontruksi peran wanita dalam akun instagram @yogaarizona, di mana kontennya menampilkan peran cross gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis hasil persepsi para feminis berdasarkan faktor-faktor pembentuk persepsi: atensi, faktor situasional, faktor personal, dan faktor struktural. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak empat orang yang berlatar belakang profesi berbeda, yaitu jurnalis/penulis, aktivis, advokat publik, dan akademisi (dosen hukum). Kevaliditasan data penelitian bertitik tolak pada Validitas Konstruk, yang mengacu pada konstruksi konsep atau variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para feminis menilai konstruksi peran wanita yang dilakukan Yoga termasuk karakter „Tasya‟ merupakan sebuah bentuk ekspresi gender (ekspresi tubuh) dan bagian dari perkembangan kapitalisme di dunia media sosial. Bagi feminis, setiap orang bebas mengekspresikan gendernya, bebas mengeskpresikan tubuhnya. Sosok perempuan yang misalnya lemah lembut atau lakilaki yang keras merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan itu sewaktu-waktu dapat berubah karena tidak bersifat kodrati. Kebebasan dalam mengeskpresikan tubuh adalah termasuk dari bagian memperjuangan kesetaraan gender, keadilan gender. Kesetaraan gender tidak membuat perempuan sebagai laki-laki dan tidak membuat laki-laki sebagai perempuan, tidak membuat perempuan di atas laki-laki dan tidak membuat laki-laki di atas perempuan. Kata kunci: Instagram, Gender, Persepsi, Feminis