Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun dengan
menggunakan media congklak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap
siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 25 anak
yang terdiri dari 13 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Sumber data berasal
dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi metode. Analisis
data menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Kemampuan
berhitung permulaan diukur melalui 5 indikator, yaitu menyebutkan urutan
bilangan 1-20, membilang konsep bilangan 1-10, mengurutkan bilangan1-10 dengan
benda-benda, menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan sampai 10. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran congklak dapat
meningkatkan kemampuan berhitung permulaan anak. Kemampuan berhitung permulaan mengalami
peningkatan dari setiap siklus. Hasil pratindakan sebesar 32% sehingga
mengalami peningkatan pada siklus 1 sebesar 68% dan diakhir siklus 2 meningkat
sebesar 92%. Media congklak sebagai media pembelajaran terbukti efektif karena
memberikan pengalaman belajar anak yang konkret, menyenangkan, dan membantu
anak dalam memahami konsep bilangan secara langsung. Dengan demikian, media
congklak sebagai media pembelajaran terbukti efektif dalam membantu anak
memahami konsep berhitung melalui pengalaman belajar yang konkret.