Peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) akibat aktivitas ekonomi dan konsumsi energi fosi menjadi salah satu isu utama dala perubahan iklim global. Kawasan ASEAN sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil, disertai dengan dinamika faktor sosial-ekonomi seperti pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan ekspansi industri, berkontribusi terhadap peningkatan tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan faktor sosial-ekonomi terhadap CO₂ di kawasan ASEAN-8 selama periode 2000–2023. Variabel yang digunakan meliputi Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, konsumsi energi fosil, populasi, urbanisasi, struktur industri, Foreign Direct Investment (FDI), serta tingkat pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah model STIRPAT dengan data panel. Metode analisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman, serta menggunakan robust standard errors untuk menghasilkan estimasi yang lebih konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan konsumsi energi fosil berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂. Urbanisasi dan FDI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi CO₂. Variabel PDB per kapita, struktur industri, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap emisi CO₂. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian emisi karbon di kawasan ASEAN perlu difokuskan pada pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil serta pengelolaan pertumbuhan populasi, disertai dengan pemanfaatan investasi asing dan pembangunan perkotaan yang lebih efisien untuk mendukung penurunan emisi karbon.