Penelitian ini bertujuan untuk membedah determinan yang mempengaruhi probabilitas Generasi Z di Surakarta dalam mengadopsi perilaku frugal buyer pada platform e-commerce. Relevansi pemilihan Generasi Z didasarkan pada posisi mereka sebagai digital natives yang memiliki pola konsumsi yang adaptif. Fenomena ini menarik untuk diteliti mengingat adanya paradoks dari studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa orientasi hidup hemat justru berbanding lurus dengan tingginya keterlibatan dalam aktivitas belanja daring. Faktor-faktor yang diuji dalam model ini meliputi diskon harga, persepsi positif, kenyamanan, kualitas produk, persepsi keamanan, jumlah aplikasi, serta faktor demografi usia dan pendapatan. Secara metodologis studi ini menerapkan desain kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada responden Generasi Z di wilayah Surakarta. Mengingat variabel dependen bersifat dikotomi dengan pengelompokan antara frugal buyer dan non-frugal buyer maka estimasi probabilitas dianalisis menggunakan teknik regresi logistik biner. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel diskon, usia, dan pendapatan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap peluang individu dalam penerapan frugal buyer pada e-commerce. Sebaliknya, persepsi positif, kenyamanan, dan jumlah aplikasi yang dimiliki terbukti meningkatkan probabilitas perilaku frugal buyer secara signifikan. Sementara itu, kualitas produk dan persepsi keamanan tidak ditemukan memiliki pengaruh yang berarti. Temuan ini menegaskan bahwa bagi konsumen Gen Z di Surakarta kemudahan akses dan aspek psikologis lebih mendominasi keputusan ekonomi dibandingkan pertimbangan keamanan dan mutu barang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur perilaku konsumen sekaligus menjadi referensi strategis bagi pelaku industri digital dalam memetakan target pasar.