Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transformasi digital, Fear of
Missing Out (FoMO), dan e-commerce, serta faktor demografis yang
meliputi pendidikan, pendapatan, gender, dan usia terhadap perilaku pembelian
impulsif Generasi Z di Kota Surakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan
pada meningkatnya penggunaan teknologi digital dan e-commerce yang
disertai dengan tingginya paparan media sosial, sehingga berpotensi mendorong
perubahan pola konsumsi generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner kepada 120
responden Generasi Z berusia 13–28 tahun di Kota Surakarta. Teknik analisis
data yang digunakan adalah regresi logistik untuk mengetahui pengaruh
masing-masing variabel terhadap perilaku pembelian impulsif.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO), pendidikan, pendapatan,
dan usia berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif Generasi
Z. FoMO menjadi faktor psikologis dominan yang mendorong terjadinya pembelian
spontan akibat dorongan mengikuti tren digital dan tekanan sosial di media
digital. Pendidikan berpengaruh negatif, sedangkan pendapatan dan usia
berpengaruh positif terhadap kecenderungan pembelian impulsif. Sebaliknya, transformasi
digital, e-commerce, dan gender tidak berpengaruh signifikan terhadap
perilaku pembelian impulsif. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor psikologis
dan karakteristik individu lebih menentukan perilaku pembelian impulsif
dibandingkan kemudahan teknologi semata. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi konsumen, pelaku e-commerce, dan peneliti
selanjutnya dalam memahami perilaku konsumsi Generasi Z di era digital.