Tirza Marshanda Hartono. K1222080. Pembimbing : Dr. Chafit Ulya, M.Pd. REPRESENTASI MASKULINITAS DALAM LAGU DANGDUT KLASIK DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR PUISI DI SMA. Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Maret 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan representasi maskulinitas dalam lirik lagu dangdut klasik berdasarkan tujuh dimensi maskulinitas menurut Janet Saltzman Chafetz, yaitu dimensi fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakteristik pribadi, serta (2) mendeskripsikan pemanfaatan hasil analisis tersebut sebagai materi ajar puisi pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan teknik analisis isi . Data penelitian berupa satuan teks lirik lagu dangdut klasik yang mengandung representasi maskulinitas serta data hasil wawancara dan angket terkait pemanfaatannya dalam pembelajaran. Sumber data berupa 30 lagu dangdut klasik Indonesia era 1970-an, 1980-an, dan 1990-an yang dipilih secara purposive, serta informan guru dan siswa SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, wawancara, serta angket. Validitas data diuji melalui triangulasi metode dan sumber. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 194 data representasi maskulinitas dalam lirik lagu dangdut klasik. Dimensi emosional menjadi dimensi yang paling dominan dengan persentase 42,78%, diikuti dimensi interpersonal dan karakteristik pribadi masing-masing 15,46%, dimensi intelektual 13,40%, dimensi fungsional 5,67%, dimensi seksual 5,15%, dan dimensi fisik 2,06%. Temuan ini menunjukkan bahwa maskulinitas dalam lagu dangdut klasik tidak hanya ditampilkan melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui kompleksitas emosi, relasi sosial, dan karakter pribadi laki-laki. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan representasi maskulinitas dalam lirik lagu dangdut klasik sebagai suplemen pendagogik pada materi ajar puisi dinilai layak dan efektif. Hal ini dibuktikan melalui hasil angket yang menunjukkan penilaian guru sebesar 74,4% (kategori baik) dan siswa sebesar 80,6% (kategori sangat baik). Materi ajar yang dikembangkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran puisi.Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa representasi maskulinitas dalam lagu dangdut klasik bersifat kompleks dan didominasi oleh dimensi emosional, yang tercermin melalui ekspresi perasaan laki-laki. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai suplemen materi ajar puisi di SMA untuk mendorong pembelajaran yang kontekstual, kritis dan bermakna.Kata kunci: maskulinitas, lagu dangdut klasik, materi ajar puisi, pembelajaran sastra.