Mi basah merupakan pangan populer di Indonesia, namun kandungan proteinnya relatif rendah dan sangat bergantung pada tepung terigu impor. Upaya peningkatan nilai gizi sekaligus pengurangan ketergantungan terigu dapat dilakukan melalui substitusi bahan lokal bernilai protein tinggi seperti tepung kedelai dan tepung udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi kedua bahan tersebut terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris mi basah serta menentukan formula terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan variasi perbandingan tepung terigu:tepung kedelai:tepung udang vaname, yaitu S0 (100 g: 0 g: 0 g), S1 (70 g: 25 g: 5 g), S2 (65 g: 30 g: 5 g), S3 (60 g: 35 g: 5 g), dan S4 (55 g: 40 g: 5 g). Parameter yang diamati meliputi sifat fisik (kekerasan dan warna L*, a*, b*), sifat kimia (kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat), serta atribut sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall). Data dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Penentuan formula terbaik dilakukan dengan metode efektivitas De Garmo. Hasil menunjukkan bahwa substitusi tepung kedelai dan tepung udang vaname berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter fisik, kimia, dan sebagian besar parameter sensoris. Peningkatan proporsi substitusi cenderung meningkatkan kadar protein, lemak, dan abu, serta menurunkan kadar karbohidrat dan nilai kecerahan (L*). Formula terbaik adalah S1 (70% tepung terigu, 25% tepung kedelai, dan 5% tepung udang vaname) dengan karakteristik: hardness 0,606 N; L* 52,730; a* 1,943; b* 19,916; kadar air 56,301%; abu 1,711%; lemak 7,316%; protein 8,408%; karbohidrat 26,261%; serta tingkat kesukaan panelis berkisar agak suka hingga suka.