Gejala perkawinan campuran antara warga negara Indonesia dengan warga negara asing sudah lama menjadi gejala sosial, termasuk perkawinan campuran antara orang Turki dan orang Indonesia. Banyak kenyataan menunjukkan bahwa persoalan komunikasi menjadi salah satu persoalan penting dalam kehidupan rumah tangga atau keluarga sehari-hari. Penelitian ini bertujuan hendak mencermati bagai pola atau jalinan komunikasi antar pribadi di antara pasangan suami-isteri Turki-Indonesia dengan mengambil titik berat pada persoalan empati. Persoalan empati dipandang sebagai salah satu kunci untuk keberhasilan untuk upaya mewujudkan dan memelihara kerukunan dan harmoni.3 Dalam hubungan ini empati (empathy) dipahami sebagai kemampuan orang menempatkan dirinya pada sisi/pihak orang lain. Metode kualitatif studi kasus dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam (in-depth interview) digunakan dalam penelitian dengan melibatkan lima orang sumber atau informan). Penelitian ini berkesimpulan bahwa cara-cara empati yang diupayakan pasangan suami-isteri Turki-Indonesia, meliputi empat aspek: (1) dapat mengerti/memahami persoalan sebagaimana orang lain memahaminya (To be able to see the world as others see it), (2) tidak terburu-buru menuduh (To be nonjudgmental), (3) emahami perasaan orang lain (To understand anothers’ persons feeling), dan (4) berusaha mengkomunikasikan pemahaman mengenai perasaan-orang lain (To communicate the understanding of that person’s feeling). Temuan demikian dapat diartikan mengkonfirmasi pandangan yang ada mengenai empat aspek tersebut yakni dari Pink (2013). Kata kunci: komunikasi, komunikasi antar pribadi, empati, kehidupan keluarga