Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 11 di Kota Surakarta pasca keanggotaan dalam UNESCO Creative Cities Network melalui pengembangan smart city. Fokus penelitian ini adalah melihat bagaimana keanggotaan Surakarta dalam UCCN kategori Crafts and Folk Art mendorong pembangunan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui kebijakan berbasis budaya, teknologi, lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Kota Surakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa dengan kekayaan budaya seperti batik, seni pertunjukan, dan kerajinan tradisional. Keanggotaan Surakarta di dalam UCCN menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan kota berbasis budaya dan smart city yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka pemikiran penelitian dibangun melalui konsep smart city dan SDG 11 sebagai landasan dalam menganalisis pembangunan kota berkelanjutan di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDG 11 di Surakarta diwujudkan melalui enam dimensi smart city, yaitu smart governance, smart economy, smart living, smart environment, smart community, dan smart branding. Implementasi tersebut terlihat melalui pengembangan pelayanan publik digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, revitalisasi kawasan permukiman, inovasi pengelolaan lingkungan, serta pelestarian budaya melalui komunitas seni dan batik. Selain itu, identitas kota “Solo The Spirit of Java” juga memperkuat citra Surakarta sebagai kota kreatif berbasis budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keanggotaan UCCN mendorong implementasi pembangunan kota berkelanjutan yang selaras dengan SDG 11, meskipun masih terdapat tantangan dalam pemerataan teknologi, infrastruktur, dan partisipasi masyarakat.