Penelitian ini menganalisis strategi Pemerintah Kanada dalam merespons reaktivasi kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap produk baja dan aluminium pada tahun 2025. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari dinamika proteksionisme perdagangan sejak era pemerintahan Donald Trump yang kembali mempengaruhi stabilitas hubungan dagang bilateral Kanada–Amerika Serikat. Sebagai mitra dagang utama Amerika Serikat, Kanada menghadapi dampak ekonomi dan diplomatik yang signifikan, khususnya pada sektor industri strategis yang berkontribusi terhadap ekspor, lapangan kerja, dan rantai pasok lintas batas. Kajian ini berfokus pada bagaimana Kanada merumuskan respons kebijakan melalui retaliasi tarif, diplomasi perdagangan, pemanfaatan mekanisme hukum internasional, serta penguatan dukungan domestik terhadap sektor yang terdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka dan dokumen resmi pemerintah Kanada. Kerangka teoritis yang digunakan adalah konsep Reciprocity dari Robert O. Keohane dan Rational Actor Model dri Graham T. Allison. Konsep Reciprocity digunakan untuk menjelaskan retaliasi tarif Kanada sebagai mekanisme timbal balik dalam menjaga kredibilitas dan keseimbangan hubungan dagang, sedangkan Rational Actor Model digunakan untuk menganalisis kalkulasi rasional pemerintah Kanada dalam mempertimbangkan biaya dan manfaat dari setiap alternatif kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan rasionalitas strategi Kanada dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus mempertahankan stabilitas hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat. Adapun manfaat penelitian ini secara akademis diharapkan dapat memperkaya kajian Hubungan Internasional, khususnya dalam studi ekonomi politik internasional, proteksionisme, dan respons negara middle power terhadap tekanan eksternal. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi menghadapi kebijakan perdagangan yang bersifat proteksionis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui dokumen resmi pemerintah, publikasi lembaga internasional, data statistik perdagangan, serta literatur akademik yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kanada mengadopsi strategi yang terukur dan multidimensional melalui penerapan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat, penguatan diplomasi dan negosiasi bilateral, serta diversifikasi pasar ekspor. Strategi tersebut mencerminkan upaya Kanada dalam melindungi kepentingan ekonomi domestik sekaligus mempertahankan stabilitas hubungan bilateral jangka panjang. Respons yang diambil Kanada tidak semata bersifat reaktif, melainkan merupakan hasil kalkulasi rasional yang mempertimbangkan interdependensi ekonomi kedua negara serta posisi Kanada dalam sistem perdagangan internasional.