Odeng ikan tenggiri merupakan produk olahan ikan yang populer namun
umumnya memiliki nilai fungsional yang rendah. Tepung bengkuang (Pachyrizus
erosus L.) yang kaya akan serat inulin berpotensi meningkatkan nilai fungsional
produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh susbstitusi tepung
bengkuang terhadap karakteristik fisik, kimia, dan tingkat kesukaan odeng ikan
tenggiri serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan variasi konsentrasi tepung
bengkuang yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Data dianalisis menggunakan
ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%, serta penentuan
formulasi terbaik menggunakan metode De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa substitusi tepung bengkuang berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap
karakteristik fisik (kekerasan), kimia (kadar air, abu, lemak, serat kasar, protein,
karbohidrat), dan tingkat kesukaan (kenampakan, tekstur, rasa, overall).
Peningkatan konsentrasi tepung bengkuang meningkatkan nilai kekerasan, kadar
air, kadar abu, dan kadar serat kasar, namun menurunkan kadar lemak dan
karbohidrat. Kadar protein mengalami penurunan pada konsentrasi 10% namun
meningkat kembali pada konsentrasi 20-40%. Berdasarkan metode De Garmo,
odeng dengan substitusi tepung bengkuang 10% merupakan formulasi terbaik
dengan karakteristik kekerasan 16,595%, kadar air 66,141%, kadar abu 2,330%,
kadar lemak 1,036%, kadar serat kasar 1,738%, kadar protein 7,247%, dan kadar
karbohidrat 23,245%, serta secara tingkat kesukaan disukai panelis.