Atikah
Azhar Mujahidah. K4522017. Dosen Pembimbing Bayu Antrakusuma, S.Pd., M.Pd. PENGARUH
MODEL GUIDED INQUIRY (GI) BERBASIS SOCIOSCIENTIFIC ISSUES (SSI)
PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI TERHADAP LITERASI SAINS SISWA
KELAS VII. Tugas akhir. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret. April. 2026.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry
(GI) berbasis Socioscientific Issues (SSI) terhadap literasi sains
siswa kelas VII pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati dalam konteks
SDGs 6: air bersih dan sanitasi layak. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen. Subjek penelitian
yang digunakan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Grogol yang terdiri dari
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster
random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi sains
berupa soal pretest dan posttest yang disusun berdasarkan
indikator literasi sains, didukung dengan teknik observasi dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan menggunakan uji Ancova untuk mengetahui pengaruh
penerapan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model
pembelajaran guided inquiry berbasis socioscientific issues
berpengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi sains siswa. Hal ini
ditunjukkan oleh hasil uji Ancova dengan nilai signifikansi 0,033 (<0,05).
Selain itu, rata-rata nilai posttest literasi sains pada kelas
eksperimen (82,8) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (77,2), serta
didukung oleh nilai effect size sebesar 0,085 yang termasuk dalam
kategori sedang. Peningkatan terlihat dari bertambahnya jumlah siswa pada
kategori literasi sains tinggi dan sangat tinggi. Selain itu, peningkatan juga
terjadi pada seluruh tingkat literasi sains, yaitu nominal, fungsional,
konseptual, dan multidimensional. Hasil analisis juga menunjukkan adanya
peningkatan pada tiga indikator literasi sains yang berkaitan dengan isu socioscientific
tentang ekosistem dan keanekaragaman hayati dalam konteks SDGs 6. Dengan
demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran
yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan literasi sains siswa sekaligus
menumbuhkan pemahaman terhadap isu lingkungan yang relevan dengan tujuan
pembangunan berkelanjutan.