Penulis Utama : Rakai Syahnian Ibrahim
NIM / NIP : D0421056

Fenomena berkembangnya industri kendaraan listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar pada lanskap otomotif nasional yang sebelumnya bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil. Peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik menjadi indikator penting bahwa kesadaran terhadap isu lingkungan, efisiensi energi, serta dorongan menuju mobilitas berkelanjutan semakin kuat. Pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan strategis seperti Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 dan revisinya, Perpres No. 79 Tahun 2023, telah menciptakan landasan hukum dan arah kebijakan yang jelas untuk mempercepat program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB). Kebijakan tersebut meliputi pemberian insentif fiskal dan non-fiskal, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta pembangunan infrastruktur pengisian daya di berbagai wilayah. Dalam konteks ini, masuknya dua produsen besar, Hyundai dari Korea Selatan dan Wuling dari Tiongkok, menjadi contoh menarik bagaimana perusahaan multinasional menyesuaikan strategi mereka terhadap regulasi dan dinamika pasar Indonesia. Hyundai memilih pendekatan investasi langsung atau greenfield investment dengan membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di Cikarang dan pabrik baterai di Karawang melalui kerja sama dengan LG Energy Solution. Strategi ini menunjukkan orientasi jangka panjang yang menekankan penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir serta komitmen terhadap teknologi tinggi dan inovasi berkelanjutan. Sementara itu, Wuling menempuh strategi penetrasi pasar berbasis efisiensi biaya dengan meluncurkan produk kendaraan listrik yang berorientasi pada segmen menengah ke bawah, seperti Wuling Air EV, yang berhasil mendominasi pasar kendaraan listrik nasional. Perbedaan strategi ini mencerminkan dua model diplomasi ekonomi dan ekspansi industri yang berbeda: Korea Selatan dengan pendekatan berbasis teknologi dan soft power, serta Tiongkok dengan strategi industrialisasi cepat melalui produksi massal dan harga kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan strategi market entry kedua perusahaan dalam menanggapi kebijakan KLBB Indonesia periode 2022–2024 dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis komparatif market entry menggunakan data sekunder. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara kebijakan pemerintah, strategi korporasi multinasional, dan dinamika diplomasi ekonomi dalam konteks transisi energi bersih di Indonesia.

×
Penulis Utama : Rakai Syahnian Ibrahim
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0421056
Tahun : 2025
Judul : Perbandingan Strategi Market Entry Hyundai Dan Wuling Dalam Menanggapi Kebijakan-Kebijakan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) Indonesia Periode 2022–2024
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. ISIP - 2025
Program Studi : S-1 Hubungan Internasional
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Kendaraan Listrik, Strategi Pasar, Kebijakan, Wuling, Hyundai
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Bintang Indra Wibisono, S.Hub. Int., M.A
Penguji : 1. Andriko Sandria S.IP, M.A
2. Ferdian Ahya Al Putra S.Sos., M.A
3. Bintang Indra Wibisono, S.Hub. Int., M.A
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.