Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbaikan kualitas pakan
berbasis tumpi jagung melalui suplementasi urea molases, minyak kelapa, dan
bungkil kedelai terproteksi terhadap performa domba jantan lokal. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan Juli-November 2025. Rancangan percobaan yang
diterapkan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah
dengan menggunakan 20 ekor domba jantan lokal sebagai ternak percobaan.
Selanjutnya, ternak dibagi menjadi empat perlakuan ransum yang berbeda, yaitu P0
(40% tumpi jagung + 20% rumput pakchong + 40% konsentrat), P1 (40% tumpi jagung
+ 20% rumput pakchong + 37% konsentrat + 0,5% urea + 2,5% molases), P2 (40%
tumpi jagung + 20% rumput pakchong + 35,5% konsentrat + 0,5% urea + 2,5%
molases + 1,5% minyak kelapa), dan P3 (40% tumpi jagung + 20% rumput pakchong +
25,5% konsentrat + 0,5% urea + 2,5% molases + 1,5% minyak kelapa + 10% bungkil
kedelai terproteksi). Data hasil penelitian
dianalisis menggunakan ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT apabila
ditemukan perbedaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi urea,
molases, minyak kelapa, dan bungkil kedelai terproteksi tidak memberikan
pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot
badan harian, efisiensi pertumbuhan, maupun feed conversion ratio, akan
tetapi, perlakuan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai feed
cost per gain pada domba jantan lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah
penambahan urea molases, minyak kelapa, serta bungkil kedelai terproteksi dalam
pakan berbasis tumpi jagung 40% menghasilkan
performa yang sama, dan penggunaan
urea molases dalam ransum menunjukkan hasil terbaik pada feed cost per gain.