Serangan Fusarium oxysporum pada bawang putih dapat menyebabkanpenurunan kualitas dan kehilangan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perlakuan perendaman fungisida yang dilakukan oleh petani, dan untuk mengetahui bahan aktif yang paling efektif dalam menekan infeksi fusarium pada umbi calon benih bawang putih. Penelitian dilaksanakan di Desa Pancot, Kalisoro, Tawangmangu, Jawa Tengah dan di Laboratorium HPT, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta pada bulan September 2024-Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perendaman dilakukan sebelum pengeringan dan sebelum tanam selama 2 menit dengan berbagai jenis bahan aktif fungisida yaitu F0 (kontrol), F1 (mankozeb 3 g/L), F2 (propineb 1,5 g/L), F3 (klorotalonil 1,5 g/L), F4 (difenoconazole 0,6 ml/L), F5 (tebuconazole 0,15 g/L), F6 (propiconazole 1 ml/L), dan tanpa perendama untuk perlakuan kontrol. Peubah pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering, keparahan busuk umbi, indeks infeksi umbi, dan efektivitas penekanan infeksi. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan ANOVAdengan taraf 5%. Apabila berpengaruh beda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5% untuk mengetahui beda nyata antar rerata perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman fungisida tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan penekanan infeksi. Perendaman umbi dengan berbagai fungisida sebelum pengeringan dan sebelum tanam dilakukan hanya sebagai faktor pendukung dari pengolahan pasca panen.