Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan komoditas penting di Indonesia dengan tingkat permintaan yang tinggi; namun produksinya masih belum mencukupi kebutuhan akibat adanya penyakit busuk pangkal yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cepae (FOCe), yang dapat menurunkan hasil dan kualitas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk hayati berlapis biofilm (BiO₂) yang dikombinasikan dengan pemupukan fosfat dalam mengendalikan penyakit busuk pangkal serta meningkatkan produktivitas bawang putih pada tanah Andisol di Tawangmangu.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu 0% P + BiO₂; 50% P + BiO₂; 100% P + BiO₂; dan 100% P tanpa BiO₂ (kontrol), masing-masing dengan enam ulangan. Data pertumbuhan tanaman, kejadian penyakit, dan hasil dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BiO₂ meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk fosfat. Perlakuan 100% P + BiO₂ merupakan perlakuan yang paling efektif dalam menekan kejadian penyakit, keparahan penyakit, intensitas kelayuan, serta Area Under the Disease Progress Curve (AUDPC) dibandingkan dengan perlakuan kontrol. BiO₂ juga meningkatkan efektivitas pemupukan fosfat, dan perlakuan kombinasi 100% BiO₂ dengan pupuk fosfat efektif meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot biomassa segar, bobot biomassa kering, serta hasil umbi dibandingkan dengan kontrol, meskipun belum memberikan peningkatan hasil umbi yang berbeda nyata.
Secara keseluruhan, integrasi BiO₂ dengan pemupukan fosfat merupakan pendekatan yang berkelanjutan dalam pengelolaan penyakit busuk pangkal serta peningkatan produktivitas bawang putih pada tanah Andisol.