Tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja saat ini dapat memicu fenomena Problematic Social Media Use (PSMU) yang berdampak negatif terhadap kehidupan remaja. Faktor psikologis yang berkorelasi dengan Problematic Social Media Use (PSMU) adalah kepribadian Conscientiousness dan kondisi psikologis berupa stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan dimensi kepribadian Conscientiousness terhadap Problematic Social Media Use serta menguji apakah stres memoderasi hubungan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 219 siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta. Alat ukur yang digunakan meliputi Skala Problematic Social Media Use (α = 0,820), Skala Conscientiousness (α = 0,727), dan Skala Stres (α = 0,773). Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Conscientiousness, maka semakin rendah kecenderungan Problematic Social Media Use (B = −0,277; p < 0,05). Namun, hasil Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa interaksi antara Conscientiousness dan stres tidak berpengaruh signifikan terhadap PSMU (B = 0,008; p = 0,570), sehingga stres tidak memoderasi hubungan antara Conscientiousness dan Problematic Social Media Use. Temuan ini menunjukkan bahwa stres lebih berperan sebagai faktor independen yang meningkatkan Problematic Social Media Use, tetapi tidak cukup kuat untuk memperkuat atau memperlemah pengaruh Conscientiousness terhadap Problematic Social Media Use. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian psikologi, khususnya terkait Problematic Social Media Use pada remaja.