Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja sebagai sarana komunikasi, hiburan, pencarian informasi, ekspresi diri, dan perluasan relasi sosial. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu aktivitas belajar, waktu tidur, konsentrasi, serta kondisi emosional. Kondisi ini dikenal sebagai Problematic Social Media Use (PSMU), yaitu penggunaan media sosial secara berlebihan yang menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa PSMU berkaitan dengan berbagai faktor psikologis, termasuk subjective well-being dan openness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara subjective well-being dan tipe kepribadian openness terhadap problematic social media use pada siswa SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 257 siswa kelas XI yang diperoleh melalui teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Satisfaction With Life Scale (SWLS), Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Big Five Personality (Openness), dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjective well-being memiliki hubungan positif dan signifikan dengan PSMU (t = 4,301; p < 0,001), sedangkan openness tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan PSMU (t = -0581; p = 0,561). Secara simultan, subjective well-being dan openness memiliki hubungan yang signifikan terhadap PSMU (F = 9,429; p < 0,001), dengan sumbangan sebesar 6,9% (R² = 0,069). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSMU tidak hanya berkaitan dengan faktor internal individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti durasi penggunaan, tujuan penggunaan, regulasi emosi, dan pengalaman sosial dalam menggunakan media sosial.