Masa remaja merupakan periode yang
rentan mengalami gangguan kesehatan mental, karena remaja dihadapkan dengan
banyak tuntutan akademik dan sosial yang semakin kompleks, sehingga
meningkatkan risiko munculnya kecemasan. Problematic Social Media Use
(PSMU) diketahui berkontribusi terhadap munculnya kecemasan pada remaja.
Tingginya penggunaan sosial media pada remaja berisiko meningkatkan tekanan
interpersonal, perbandingan sosial, kekhawatiran yang memperkuat gejala
kecemasan. Selain itu, faktor internal, seperti kepribadian ekstraversi diduga
dapat memoderasi hubungan PSMU dengan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara Problematic Social Media Use (PSMU) dengan
kecemasan dengan ekstraversi sebagai moderator. Data dikumpulkan dari 206 siswa
kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2025/2026 yang diperoleh melalui
teknik cluster sampling. Bergen Social Media Addiction Scale
(BSMAS), Big Five Inventory (BFI) dimensi ekstraversi, dan DASS-Y
subskala kecemasan digunakan dalam penelitian. Analisis data dilakukan
menggunakan PROCESS by Andrew F. Hayes v4.2 dengan bantuan software
IBM SPSS 29. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan
antara Problematic Social Media Use (PSMU) dengan kecemasan (t = 5,2842;
p = 0,000) dengan arah positif, artinya setiap kenaikan tingkat PSMU
akan diikuti oleh kenaikan tingkat kecemasan. Selain itu, ekstraversi ditemukan
memiliki pengaruh signifikan dengan kecemasan (t = -2,9013; p =
0,0041). Namun, interaksi antara PSMU dengan ekstraversi menghasilkan nilai t
= 0,0395 dan signifikansi sebesar 0,9685, yang menandakan bahwa ekstraversi
tidak memoderasi hubungan antara PSMU dengan kecemasan. Media sosial memberikan
kemudahan mengakses berbagai informasi, komunikasi, serta menjadi koping stres,
namun media sosial juga membawa dampak negatif, bagi penggunanya.