Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis
visual motif Batik Proklamasi di Batik Mahkota Laweyan Surakarta. (2) Mengkaji
estetika motif Batik Proklamasi ditinjau dari teori estetika. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi, dengan narasumber utama kepala tim desain dan pengrajin Batik
Proklamasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik,
sedangkan analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara Motif Batik Proklamasi
menerapkan lima prinsip desain secara harmonis. Kesatuan (unity)
tercapai melalui keterpaduan antara teks Proklamasi, motif Garuda, dan ragam
hias daerah yang didukung oleh konsistensi warna dan pengulangan bentuk.
Keseimbangan (balance) cenderung simetris. Irama (rhythm) terbentuk
melalui pengulangan motif ulir, flora, dan ragam hias daerah. Penekanan (emphasis)
terletak pada teks Proklamasi sebagai pusat perhatian. Proporsi (proportion)
menunjukkan keselarasan ukuran antara elemen utama dan pendukung sehingga
komposisi tetap seimbang. Kajian estetika berdasarkan teori A.A.M. Djelantik
menunjukkan bahwa Motif Batik Proklamasi memiliki nilai estetika dari aspek
wujud, yang tampak pada komposisi bentuk, garis, dan warna; aspek bobot atau
isi, yang mengandung makna kemerdekaan, nasionalisme, dan kebhinekaan; serta
aspek penampilan, yang tercermin dalam teknik penyajian batik tulis berukuran
besar dengan pengerjaan detail dan rapi. Motif Batik Proklamasi tidak hanya
memiliki keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan simbolis tentang
identitas dan semangat kebangsaan Indonesia.