Mar’atun
Solehah.
B0122050. 2026. Pemertahanan Bahasa Jawa Ngapak oleh Mahasiswa Komunitas
Satria Solo (SATSOLl) di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Sebelas Maret Surakarta. Fokus utama dalam
penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah bentuk penggunaan bahasa Jawa dialek
Ngapak oleh mahasiswa komunitas Satria Solo (SATSOL) di Universitas Sebelas
Maret Surakarta?; dan 2) Faktor apa sajakah yang memengaruhi pemertahanan
bahasa Jawa dialek Ngapak di komunitas Satria Solo (SATSOL) di Universitas
Sebelas Maret Surakarta? Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan
bentuk kosakata dalam penggunaan bahasa Jawa dialek Ngapak oleh mahasiswa
komunitas Satria Solo (SATSOL) di Universitas Sebelas Maret Surakarta; dan 2)
Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pemertahanan bahasa Jawa dialek Ngapak
di kalangan mahasiswa komunitas Satria Solo (SATSOL) di Universitas Sebelas
Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan
teknik dasar teknik sadap, serta teknik lanjutan berupa Teknik Simak Libat
Cakap (SLC), Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan teknik rekam. Selain
itu, digunakan metode cakap dengan teknik dasar Teknik Cakap Semuka (CS).
Analisis data dilakukan menggunakan metode padan dengan teknik dasar Pilah
Unsur Penentu (PUP), serta teknik lanjutan Hubung Banding Membedakan (HBB). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mahasiswa dalam komunitas SATSOL secara konsisten
mempertahankan penggunaan bahasa Jawa dialek Ngapak dalam interaksi keseharian
mereka, dipengaruhi oleh kedekatan hubungan antaranggota, baik seusia maupun
berbeda usia, serta pada situasi pembicaraan yang mencakup situasi formal dan
nonformal. Keberlangsungan dialek ini didorong oleh beberapa faktor yaitu
anggapan kuat bahwa dialek Ngapak merupakan identitas komunitas, adanya
keakraban antaranggota, serta rasa bangga yang tinggi terhadap budaya asal.