Memasuki fase dewasa awal, individu mulai dihadapkan dengan pergeseran
tanggung jawab finansial yang kemudian akan dilakukan secara mandiri. Kondisi
transisi ini tidak jarang memicu kecemasan dan stress terkait kondisi finansial
sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan finansial individu. Secara teoritis,
kesejahteraan finansial dapat dipengaruhi oleh faktor personal dan perilaku.
Internal Locus of Control menjadi salah satu faktor personal yang mempengaruhi
kesejahteraan finansial individu. Selanjutnya, faktor perilaku yang mendukung
kesejahteraan finansial dapat diwujudkan berupa perilaku keuangan positif yang
diharapkan serta direkomendasikan. Kemampuan kontrol yang baik ini akan
memberikan dorongan pada individu untuk berpegang pada rencana pengelolaan
keuangan yang berikutnya akan mempengaruhi kesejahteraan finansial individu.
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan
Internal Locus of Control terhadap kesejahteraan finansial pada individu dewasa
awal berusia 18-35 tahun di Indonesia, serta mengeksplorasi peran mediasi perilaku
keuangan dalam hubungan tersebut. Penelitian ini melibatkan 249 partisipan. Data
penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner online dengan menggunakan skala
Internal Locus of Control, Financial Behavior dan InCharge Financial
Distress/Financial Well-Being (IFDFW). Analisis data akan dilakukan secara
kuantitatif dengan PROCESS macro untuk menilai peran mediasi perilaku
keuangan dalam hubungan Internal Locus of Control dan kesejahteraan finansial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan efek tidak langsung yang
signifikan, dimana perilaku keuangan gagal menjembatani jalur mediasi antara
Internal Locus of Control dan kesejahteraan finansial sehingga membuka ruang
diskusi mengenai mekanisme pengelolaan keuangan pada dewasa awal. Temuan ini
diharapkan dapat memperkaya literatur psikologi ekonomi sekaligus menjadi
pertimbangan dalam upaya mendukung kesejahteraan finansial individu dewasa
awal.