Ketidakpastian ekonomi menjadikan kesejahteraan finansial sebagai salah satu pondasi utama bagi stabilitas hidup individu early career. Namun, mekanisme yang menjelaskan hubungan antara efikasi diri keuangan dan perilaku keuangan terhadap kesejahteraan finansial masih belum sepenuhnya dipahami, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi perilaku keuangan dalam hubungan antara efikasi diri keuangan dan kesejahteraan finansial individu early career dengan mengontrol pendapatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional non-eksperimental dengan melibatkan 249 individu early career berusia 18-30 tahun yang direkrut melalui purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan kuesioner yang memuat InCharge Financial Distress/Financial Well-Being Scale yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia, serta financial self-efficacy scale (FSES) dan financial behaviour scale yang telah melalui proses adaptasi lintas budaya. Proses adaptasi meliputi validasi isi oleh ahli (n=2), uji keterbacaan (n=10), serta confirmatory factor analysis (n=150) menggunakan Mplus 8.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga skala telah memenuhi kriteria kesesuain model (Chi- square, RMSEA, CFI, TLI, SRMR). Analisis data dilakukan menggunakan model mediasi sederhana (n=249) pendekatan bootstrapping melalui Hayes PROCESS Macro dengan IBM SPSS 26. Hasil menunjukkan bahwa perilaku keuangan tidak terbukti memediasi hubungan antara efikasi diri keuangan dan kesejahteraan finansial. Efikasi diri keuangan tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku keuangan, dan perilaku keuangan juga tidak berhubungan secara signifikan dengan kesejahteraan finansial. Namun, efikasi diri keuangan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesejahteraan finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan finansial dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikologis, kondisi ekonomi objektif, serta variabel eksternal lain yang belum tercakup dalam model penelitian ini.