Tujuan
penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan terhadap
efikasi diri finansial mahasiswa di Kota Surakarta; 2) untuk mengetahui
pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku kredt berisiko dalam penggunaan paylater
pada mahasiswa di Kota Surakarta; 3) untuk mengetahui pengaruh efikasi diri
finansial terhadap perilaku kredit berisiko dalam penggunaan paylater pada
mahasiswa di Kota Surakarta; 4) untuk mengetahui pengaruh efikasi diri
finansial dalam memediasi hubungan antara literasi keuangan terhadap perilaku
kredit berisiko dalam penggunaan paylater pada mahasiswa di Kota
Surakarta; dan 5) untuk mengetahui pengaruh tekanan keuangan dalam memoderasi
hubungan antara literasi keuangan terhadap perilaku kredit berisiko dalam
penggunaan paylater pada mahasiswa di Kota Surakarta.Penelitian
ini merupakan penelitian kkuantitatif dengan analisis deskriptif. Sampel dalam
penelitian ini sebanyak 385 mahasiswa yang berkuliah di Kota Surakarta dan
pernah menggunakan paylater. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan non-probability sampling dengan jenis purposive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunnakan kuesioner dengan bantuan google
formulir. Uji validitas menggunakan uji validitas konvergen, uji validitas
deksriminan, serta uji reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan metode Partial
Least Square (PLS) dengan model yang digunakan adalah Structural
Equation Modeling (SEM) berdasarkan komponen atau variasi, dengan analisis inner
model yang dilakukan untuk uji hipotesis menggunakan bootstrapping.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap efikasi diri finansial mahasiswa di Kota Surakarta; 2) literasi
keuangan berpengaruh negative terhadap perilaku kredit berisiko dalam
penggunaan paylater pada mahasiswa di Kota Surakarta; 3) efikasi diri
finansial tidak berpengaruh negative terhadap perilaku kredit berisiko dalam
penggunaan paylater pada mahasiswa di Kota Surakarta; 4) efikasi diri
finansial memediasi hubungan antara literasi keuangan terhadap perilaku kredit
berisiko dalam penggunaan paylater di Kota Surakarta; dan 5) tekanan
keuangan memoderasi hubungan antara lliterasi keuangan terhadap perilaku kredit
berisiko dalam penggunaan paylater pada mahasiswa yang berkuliah di Kota
Surakarta.