Mahasiswa seringkali mengalami tekanan psikologis yang dapat
mengganggu kesehatan mental, terutama mahasiswa tingkat akhir. Pada tingkat
akhir, mahasiswa menghadapi tuntutan akademik yang semakin kompleks, seperti
tugas akhir atau skripsi yang harus diselesaikan. Dalam menghadapi kondisi
tersebut, resiliensi akademik menjadi faktor penting yang dapat membantu mahasiswa
untuk tetap bertahan hingga selesai studi. Fleksibilitas psikologis hadir
menjadi faktor yang dapat memprediksi tingkat resiliensi akademik pada
mahasiswa tingkat akhir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran
fleksibilitas psikologis terhadap resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir
di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif berbentuk survei melalui Google Form. Partisipan
penelitian berjumlah 120 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi
dengan rentang usia 18-28 tahun dan diperoleh melalui teknik non-probability
sampling dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Multidimensional Psychological Flexibility Inventory (MPFI) untuk
mengukur tingkat fleksibilitas psikologis dan Academic Resilience Scale-30
(ARS-30) untuk mengukur resiliensi akademik. Analisis data dilakukan
melalui regresi linear sederhana
menggunakan Jamovi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas
psikologis memiliki peran terhadap resiliensi akademik baik itu secara
keseluruhan maupun ke masing-masing dimensi (p < ,001; R² = 0,306; R² = 0,5; R² = 0,318), namun tidak berpengaruh signifikan pada dimensi negative
affect and emotional response (p =
0,068; R² = 0,0279). Penelitian ini semakin menegaskan pentingnya fleksibilitas
psikologis terhadap resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir, khususnya
dalam konteks perkuliahan.