Tingginya tuntutan adaptasi dan persaingan di dunia kerja menuntut mahasiswa
tingkat akhir memiliki kesiapan kerja yang tidak hanya berbasis kompetensi akademik,
tetapi juga kemampuan adaptif dan ketahanan psikologis. Learning agility dan
resiliensi dipandang sebagai faktor internal yang berpotensi mendukung kesiapan
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kontribusi learning
agility dan resiliensi terhadap kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir di Surakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap
256 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih melalui teknik purposive sampling.
Instrumen yang digunakan adalah Work Readiness Scale (WRS), Learning Agility Self-
Assessment (LASA), dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Analisis
data dilakukan menggunakan korelasi Pearson untuk menguji hubungan parsial,
korelasi berganda (multiple correlation) untuk menguji hubungan simultan, serta
regresi linear berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa learning agility (r = 0,294) dan resiliensi (r = 0,175)
berhubungan positif dan signifikan dengan kesiapan kerja. Secara simultan, kedua
variabel berhubungan signifikan dengan kesiapan kerja (Sig. = 0,000) dengan
koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,323 dan koefisien determinasi (R²) sebesar
0,105. Hasil regresi menunjukkan bahwa learning agility memiliki kontribusi yang
relatif lebih dominan dibandingkan resiliensi dalam memprediksi kesiapan kerja.
Disimpulkan bahwa kemampuan belajar adaptif dan ketahanan psikologis berperan
dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa, meskipun masih terdapat faktor lain
yang memengaruhi kesiapan kerja.