Mahasiswa merupakan individu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi
dengan berbagai tuntutan dan tanggung jawab akademik yang harus dipenuhi. Salah
satu tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa adalah prokrastinasi akademik,
yaitu perilaku menunda pengerjaan tugas hingga mendekati batas waktu yang telah
ditentukan. Mahasiswa generasi Z di Indonesia dinilai lebih rentan mengalami
prokrastinasi akademik akibat karakteristik mereka yang tumbuh di era digital
dengan tingginya penggunaan media sosial, sehingga mempersulit kemampuan
dalam mengelola waktu dan mempertahankan fokus pada tugas akademik. Kondisi
fleksibilitas psikologis yang rendah diduga menjadi faktor prediktor munculnya
prokrastinasi akademik karena individu cenderung menghindari tugas-tugas yang
menimbulkan ketidaknyamanan secara emosional maupun kognitif. Penelitian ini
ditujukan untuk mengetahui peran fleksibilitas psikologis terhadap prokrastinasi
akademik pada mahasiswa generasi Z. Penelitian dilakukan dengan metode
kuantitatif melalui teknik analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian adalah
156 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (NPerempuan=132; NLaki-Laki=24)
yang masuk dalam kategori usia Generasi Z dipilih melalui metode purposive
sampling. Prokrastinasi akademik diukur dengan Academic Procrastination ShortScale (α=0.86) dan fleksibilitas psikologis diukur dengan Multidimensional
Psychological Flexibility Inventory (α=0.97). Hasil penelitian menunjukkan
terdapatnya peran fleksibilitas psikologis yang kecil namun signifikan terhadap
prokrastinasi akademik pada mahasiswa generasi Z (R=0.176;R²=0.0316;p=0.026),
yang berarti semakin tinggi fleksibilitas psikologis pada mahasiswa, maka semakin
rendah prokrastinasi akademik yang dilakukan pada diri mahasiswa.