Dalam lingkungan industri yang berubah dengan cepat, Generasi Z yang
sedang menempuh pendidikan tinggi dituntut untuk menyesuaikan diri dengan
berbagai tantangan serta membangun kemampuan beradaptasi terhadap pekerjaan
yang tidak terduga dalam karier mereka. Kemampuan tersebut tidak terlepas dari
fleksibilitas psikologis individu yang berperan penting dalam mendukung
adaptabilitas karier agar proses transisi karier dapat berjalan dengan lancar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keenam dimensi fleksibilitas
psikologis secara simultan dan parsial terhadap adaptabilitas karier dengan
metode kuantitatif melalui analisis regresi linear berganda. Adaptabilitas
karier diukur menggunakan CAAS (Career Adapt-Abilities Scale) dan
fleksibilitas psikologis diukur menggunakan MPFI (Multidimensional
Psychological Flexibility Inventory),
yang keduanya telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Jumlah sampel ditentukan
menggunakan perangkat lunak G*Power versi 3.1.9.7 dengan jumlah minimal sebesar
146 responden. Data yang terkumpul berjumlah 161
mahasiswa Universitas Sebelas Maret (25.5% laki-laki; 74.5% perempuan) melalui
teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam
dimensi fleksibilitas psikologis secara simultan berperan signifikan dalam
memprediksi adaptabilitas karier (R2 = 0.437; F(6,154)
= 19.9; p < 0.001); namun, hanya present moment awareness dan committed
action yang menunjukkan efek parsial signifikan (β = 4.282, t(154)
= 2.701, p = 0.008, p < 0.05; β = 7.340, t(154)
= 4.471, p < 0.001). Temuan ini menjelaskan bahwa fleksibilitas
psikologis membantu mahasiswa menghadapi tantangan dalam lingkungan karier yang
dinamis, khususnya melalui kesadaran terhadap kondisi saat ini serta tindakan
nyata yang berkaitan dengan pengembangan karier mereka. Penelitian ini
diharapkan dapat berkontribusi pada bidang psikologi sosial dan psikologi
industri & organisasi, serta memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa
Generasi Z, universitas, dan studi masa depan.