Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti
sebagian agregat halus dan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen terhadap kuat lentur
beton; (2) mengetahui kecenderungan variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti sebagian
agregat halus dan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen terhadap sorptivity beton; (3) mengetahui
persentase variasi penggunaan limbah kaca
sebagai pengganti sebagian agregat halus dan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen
yang optimal agar diperoleh kuat lentur yang maksimal; (4)
mengetahui persentase variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti sebagian agregat
halus dan
fly ash sebagai
pengganti 10% dari berat semen yang optimal
agar diperoleh sorptivity yang minimal. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif eksperimen dan teknik analisa data menggunakan regresi dan
deskriptif. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) variabel
bebas : serbuk kaca sebagai pengganti agregat halus yaitu 0%, 10%, 20%, 30% dan
40% dengan penggunaan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen
(2) variable terikat : kuat lentur dan sorptivity beton. Hasil penelitian sebagai berikut,
(1) Diperoleh tingkat pengaruh sebesar 41,6% variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti sebagian
agregat halus dan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen terhadap kuat
lentur beton; (2) Diperoleh kecenderungan variasi penggunaan limbah kaca sebagai pengganti sebagian
agregat halus dan fly ash sebagai pengganti 10% dari berat semen terhadap sorptivity
beton; (3) Diperoleh kuat
lentur yang maksimal yaitu pada persentase 33% limbah kaca dengan nilai 3,114
MPa; (4) Diperoleh sorptivity yang minimal yaitu pada persentase 30%
limbah kaca dengan nilai initial dan secondary sorptivity
0,0061 mm/√s dan 0,0025 mm/√s.
Kata Kunci : limbah kaca, abu terbang (fly ash), kuat lentur dan sorptivity beton