Permasalahan dalam penelitian ini terjadinya minimal 10 kejadian kecelakaan kerja dalam
kurun waktu 3 bulan di area produksi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi bahaya
belum terkelola secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta merancang pengendalian risiko guna meningkatkan
keselamatan kerja pada proses produksi kendaraan khusus. Metodologi penelitian
menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC)
dengan analisis berbasis faktor 5M (man, machine, material, method, dan environment) serta
klasifikasi STOP 6 Safety. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan
parameter likelihood dan severity. Perancangan pengendalian risiko dilakukan dengan mengacu
pada prinsip Hierarchy of Controls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya
tersebar pada seluruh divisi produksi dengan distribusi tingkat risiko sebesar 6% kategori low,
25% medium, 61% high, dan 8% extreme. Prioritas pengendalian difokuskan pada potensi
bahaya kategori high dan extreme, yaitu percikan api pengelasan dan plasma cutting dengan
pengendalian administrative controls, serpihan logam tajam dari mesin bubut dan milling
dengan pengendalian substitution, serta partikel hasil penggerindaan dengan pengendalian
engineering controls. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perancangan pengendalian
risiko yang dihasilkan memberikan kerangka sistematis dalam pengelolaan risiko serta dapat
dijadikan acuan dalam upaya peningkatan keselamatan kerja di area produksi. Orisinalitas
penelitian terletak pada integrasi metode HIRARC dengan pendekatan 5M dan STOP 6 Safety
dalam perancangan pengendalian bahaya pada industri.