Lingkungan kerja pada industri garmen memiliki karakteristik pekerjaan yang bersifat
repetitif serta penggunaan mesin dan alat kerja secara intensif, sehingga berpotensi
menimbulkan berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Aktivitas produksi yang
melibatkan interaksi antara pekerja, peralatan, dan lingkungan kerja memerlukan
pengelolaan risiko yang terstruktur untuk meminimalkan potensi kecelakaan kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat
risiko, serta merumuskan usulan pengendalian risiko pada aktivitas produksi di PT XYZ. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk
Assessment, and Risk Control (HIRARC), yang dilakukan melalui tahapan identifikasi
bahaya, penilaian risiko menggunakan parameter likelihood dan severity, serta penentuan
pengendalian berdasarkan prinsip Hierarchy of Control. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen perusahaan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa potensi bahaya yang ditemukan meliputi bahaya fisik, ergonomi,
dan psikososial yang tersebar pada beberapa stasiun kerja produksi. Penilaian risiko
menunjukkan variasi tingkat risiko mulai dari rendah hingga ekstrem, dengan dominasi
pada kategori risiko tinggi. Risiko dengan tingkat tinggi dan ekstrem umumnya berasal
dari penggunaan alat kerja yang berpotensi menimbulkan cedera, postur kerja yang tidak
ergonomis, serta tekanan kerja akibat target produksi. Upaya pengendalian risiko yang
diusulkan meliputi perbaikan kondisi lingkungan kerja, peningkatan kepatuhan terhadap
prosedur kerja, pengendalian teknis pada peralatan, serta analisis alat pelindung diri.
Penerapan pengendalian tersebut diharapkan dapat mengurangi tingkat risiko serta
meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan produksi.