”Perancangan Busana Wanita Melalui Pattern magic dengan Sumber Ide Alon-Alon Waton Kelakon Berbahan Lurik” ini merupakan pengembangan konstruksi busana wanita melalui pendekatan Pattern magic serta integrasi nilai budaya Jawa dalam proses kreatif. Latar belakang perancangan didasarkan pada masih terbatasnya eksplorasi konstruksi pola dalam desain busana Indonesia, yang umumnya lebih berfokus pada motif dan dekorasi permukaan dibandingkan inovasi struktur pola. Kebaruan perancangan ini terletak pada pemaknaan falsafah Jawa tidak hanya sebagai inspirasi visual, tetapi sebagai prinsip kerja konstruksi pola yang diterjemahkan melalui proses eksplorasi pattern magic secara bertahap. Falsafah Jawa “alon-alon waton kelakon” mengandung nilai ketekunan, kesabaran, dan tahapan proses yang konsisten, yang relevan dengan metode eksplorasi konstruksi yang memerlukan proses berlapis dan uji coba intensif. Perancangan ini menggunakan pendekatan teori design thinking oleh Briggs-Goode & Townsend serta menggunakan pattern magic sebagai konsep teori dalam perancangan ini. Pattern magic diterapkan melalui proses inovasi bentuk untuk menciptakan struktur tiga dimensi yang kompleks, berlapis, longgar, dan terstruktur, sesuai interpretasi filosofi yang diangkat. Hasil perancangan diwujudkan dalam koleksi busana wanita yang menampilkan perpaduan eksplorasi pola eksperimental dan makna filosofis “alon-alon waton kelakon,” yang diuraikan dalam sistematis proses perancangan sekaligus menunjukkan potensi lurik sebagai material tradisional yang dapat dikembangkan dalam konteks fesyen kontemporer. Perancangan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metode konstruksi busana wanita, memperkaya wacana akademik dalam desain fesyen, dan membuka peluang baru bagi revitalisasi wastra lokal melalui eksplorasi konstruksi pola busana.