Penulis Utama : Sabrina Wafiq Briliana
NIM / NIP : C0922037

Tok wi merupakan kain altar leluhur masyarakat Tionghoa yang memiliki fungsi ritual serta mengandung nilai filosofis dan simbolik yang kuat. Namun, penggunaan Tok wi dalam praktik pernikahan Tionghoa masa kini semakin berkurang akibat perubahan gaya hidup, penyederhanaan prosesi adat, dan dominasi estetika pernikahan Barat. Kondisi serupa juga terjadi pada penggunaan busana upacara sangjit tradisional yang mulai ditinggalkan oleh generasi saat ini. Berdasarkan kondisi tersebut, perancangan ini bertujuan merancang busana upacara sangjit yang mengadaptasi elemen visual dan simbolisme Tok wi agar tetap relevan dengan estetika masa kini sekaligus menjadi media revitalisasi nilai budaya Tionghoa. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode penciptaan seni kriya tiga tahap oleh S.P. Gustami yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Pendekatan perancangan menggunakan metode ATUMICS oleh Adhi Nugraha yang mencakup aspek Artefact, Technique, Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape sebagai dasar identifikasi masalah, perumusan konsep desain, serta evaluasi hasil perancangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi artefak Tok wi, studi pustaka, studi visual, wawancara dengan tokoh budaya dan desainer busana sangjit, serta eksperimen motif, bentuk, teknik dan material. Tahap eksplorasi meliputi identifikasi permasalahan dan perumusan konsep desain berdasarkan tujuh aspek ATUMICS. Tahap perancangan meliputi pembuatan alternatif desain, pemilihan desain terpilih, dan finalisasi desain hingga gambar teknik. Tahap perwujudan meliputi proses produksi serta evaluasi produk berdasarkan aspek ATUMICS. Hasil perancangan menunjukkan bahwa nilai simbolik Tok wi dapat ditransformasikan ke dalam busana upacara sangjit masa kini melalui penerapan teknik bordir dan payet fringe. Perancangan ini menghasilkan lima alternatif desain busana yang memiliki nilai estetis, simbolik, dan fungsional sebagai bentuk revitalisasi budaya dalam fesyen. Temuan dalam perancangan ini menunjukkan bahwa adaptasi elemen visual dan filosofi Tok wi pada busana upacara sangjit mampu menghadirkan inovasi desain yang tetap mempertahankan identitas budaya Tionghoa. Selain itu, penerapan metode S.P Gustami dan ATUMICS membantu proses transformasi unsur tradisi ke dalam desain yang sesuai dengan selera masa kini.  

×
Penulis Utama : Sabrina Wafiq Briliana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0922037
Tahun : 2026
Judul : Tok Wi dalam Upacara Pernikahan Sebagai Inspirasi Perancangan Busana Upacara Sangjit
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Seni Rupa dan Desain - 2026
Program Studi : S-1 Kriya Seni
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Tok Wi, busana upacara sangjit, ATUMICS, budaya Tionghoa
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sujadi Rahmat Hidayat, S.Sn., M.Sn.
Penguji : 1. Dr. Ratna Endah Santoso, S.Sn., M.Sn.
2. M. Rudianto, S.Sn., M.Sn.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Seni Rupa dan Desain
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.