Galuh Setya Widyasari. K7122137.PENERAPAN PENDEKATAN SCIENCE,
TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATIC (STEAM) UNTUK MENINGKATKAN
KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPAS TENTANG MAGNET DAN SIFAT-SIFATNYA UNTUK
SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KUTOSARI. Skripsi. Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret, Mei 2026.Tujuan penelitian ini adalah: (1)
mendeskripsikan penerapan pendekatan STEAM untuk meningkatkan
kreativitas dan hasil belajar IPAS tentang magnet dan sifat-sifatnya; (2)
meningkatkan kreativitas siswa melalui penerapan pendekatan STEAM; (3)
meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan STEAM;
serta (4) mendeskripsikan kendala dan solusi dalam penerapan pendekatan STEAM
pada pembelajaran IPAS tentang magnet dan sifat-sifatnya di kelas IV SD Negeri
1 Kutosari.Penelitian ini merupakn
penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan selama tiga
siklus. Setiap pelaksanaan siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Guru dan siswa kelas IV
di SD N 1 Kutosari pada tahun 2025/2026 dengan jumlah 24 Siswa, yaitu 9 siswa laki-laki dan 115 iswa perempuan.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, analisis dokumen dan
tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: (1) Penerapan pendekatan STEAM
dalam peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS tentang magnet dan
sifat-sifatnya untuk siswa kelas IV SDN 1 Kutosari mengalami peningkatan pada
setiap siklusnya dengan menggunakan pendekatan STEAM dilaksanakan
menggunakan komponen: (a) science (sains), (b) technology (teknologi),
(c) engineering (teknik), (d) art (seni), (e) mathematic
(matematika); (2) Penerapan pendekatan STEAM dapat meningkatkan
kreativitas pada siswa kelas IV SDN 1
Kutosari. Kreativitas siswa mengalami peningkatan pada siklus I = 72,78%,
siklus II = 77,73%, dan siklus III = 88,28%.Kemampuan kreativitas siswa
meningkat dilihat dari hasil persentase tiap siklusnya; (3) Penerapan
pendekatan STEAM dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV
SDN 1 Kutosari. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I =
87,5%, siklus II = 91,66%, dan siklus III = 95,83%. Hasil belajar siswa
meningkat dilihat dari hasil persentase tiap siklusnya; (4) Kendala yang
dialami dalam pembelajaran meliputi siswa yang masih mengalami kesulitan teknis
dalam pembuatan produk serta kurang teliti dalam mengikuti langkah kerja dan
belum memahami keterkaitan gaya magnet dengan cara kerja produk serta kurang
percaya diri saat mempresentasikan hasil dan kurang aktif dalam kegiatan serta
belum fokus saat guru menjelaskan, solusi Guru memberikan demonstrasi ulang
dalam pembuatan produk serta memberikan bimbingan lebih intensif dan
mengingatkan urutan pembuatan yang sistematis serta menegaskan kembali konsep
gaya magnet dan hubungannya dengan produk dan mendorong siswa untuk
mengembangkan ide secara mandiri serta memberikan contoh cara mempresentasikan
hasil sekaligus memberikan motivasi dan apresiasi dan mengarahkan siswa agar
berperan aktif dalam pembelajaran serta mengingatkan siswa untuk tetap fokus
selama proses pembelajaran dan presentasi berlangsung.Kesimpulan penelitian ini adalah
penerapn pendekatan STEAM dapat meningkatkan kreativitas dan hasil
belajar IPAS tentang magnet dan sifat-sifatnya pada siswa kelas IV.