Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) hubungan massa ototlansia dengan kebugaran aerobik klub jantung sehat Manahan Surakarta. (2)hubungan kekuatan otot lansia dengan kebugaran aerobik klub jantung sehatManahan Surakarta. (3) hubungan massa otot dan kekuatan otot dengan kebugaranaerobik klub jantung sehat Manahan Surakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional denganmetode survey. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Subjekpenelitian terdiri dari 20 lansia berusia 60–75 tahun yang tergabung dalam KlubJantung Sehat (KJS) Manahan Surakarta, yang dipilih melalui teknik purposivesampling. Analisis data menggunkan SPSS, uji prasyarat menggunakan ujinormalitas dan linieritas serta dilanjutkan uji hipotesis menggunakan korelasiproduk momen dan regresi berganda. Pengukuran data dilakukan secara objektifmenggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk massa otot, forceframe untuk kekuatan otot, dan Tes Jalan 6 Menit untuk mengukur kebugaranaerobik. Teknik analisis datanya menggunakan statistik deskriptif, uji prasyaratmenggunakan uji normalitas dan linieritas, uji hipotesis menggunkan corelationproduk moment dan regresi berganda.Hasil analisis statistik melalui uji korelasi Pearson menunjukkan temuanyang kontras antara kedua variabel independen tersebut. (1) tidak ditemukanhubungan yang signifikan antara massa otot dengan kebugaran aerobik (p = 0,784> 0,05), yang mengindikasikan bahwa kuantitas massa otot saja tidak cukup untukmenentukan ketahanan jantung-paru. (2) ditemukan hubungan signifikan yangmengarah pada korelasi negatif antara kekuatan otot dengan kebugaran aerobik (p= 0,040 < 0,05). Hal ini menegaskan bahwa kualitas fungsi otot (kekuatan) jauhlebih relevan dalam mendukung mobilitas dan efisiensi sistem kardiorespirasilansia dibandingkan sekadar ukuran massa otot semata. (3) Terdapat hubungan yangsignifikan antara massa otot dan kekuatan otot dengan kebugaran aerobic lansiaklub jantung sehat Manahan Surakarta.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya menjaga kebugaran di usiasenja sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemeliharaan massa otot, tetapi lebihditekankan pada latihan fungsional untuk mempertahankan kekuatan otot. Hasil inidiharapkan dapat memotivasi para lansia untuk terus aktif berolahraga demimencapai masa tua yang sehat, mandiri, dan bermartabat.