Perkembangan sistem kerja modern yang semakin
menuntut kemampuan kognitif menjadikan performansi kognitif, khususnya atensi,
sebagai faktor penting dalam menentukan produktivitas kerja, namun paparan
kebisingan di lingkungan kerja sering kali menjadi permasalahan yang dapat
menurunkan konsentrasi dan kinerja individu. Di sisi lain, natural sound
exposure (NSE) diketahui memiliki potensi efek restoratif terhadap atensi
dan kondisi mental, meskipun kajian yang menguji variasi intensitas kebisingan
dan jenis suara alam secara simultan serta dikombinasikan dengan pengukuran
neurofisiologis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh tingkat kebisingan dan jenis suara alam terhadap
performansi kognitif berbasis atensi. Metode yang digunakan adalah eksperimen
dengan desain full factorial 2×2 yang melibatkan dua faktor, yaitu
tingkat kebisingan (65 dBA dan 85 dBA) dan jenis suara alam (babbling brook
dan singing birds), dengan 12 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Pengukuran performansi kognitif dilakukan menggunakan Stroop
Task melalui parameter total response time (TRT) dan akurasi, serta
didukung oleh pengukuran electroencephalography (EEG) pada domain absolute
beta power. Analisis data dilakukan menggunakan uji Two-Way ANOVA untuk
menguji pengaruh masing-masing faktor dan interaksinya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat kebisingan berpengaruh signifikan terhadap
performansi kognitif, di mana kondisi 65 dBA menghasilkan kinerja yang lebih
baik dibandingkan 85 dBA, sementara jenis suara alam serta interaksi antara
kedua faktor tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap atensi. Temuan EEG
turut mendukung hasil tersebut dengan menunjukkan pola aktivitas gelombang beta
yang konsisten terhadap perubahan tingkat atensi. Berdasarkan hasil tersebut,
solusi yang diusulkan adalah penerapan paparan suara alam pada intensitas
moderat (sekitar 65 dBA) sebagai bagian dari desain lingkungan kerja guna
membantu meningkatkan atensi, mengurangi dampak negatif kebisingan, serta
mendukung kinerja kognitif secara lebih optimal dan berkelanjutan