Lingkungan kerja yang dipengaruhi oleh paparan kebisingan dan whole body
vibration dapat memberikan dampak terhadap performansi kognitif pekerja,
terutama pada aspek selective attention. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh tingkat kebisingan dan durasi paparan whole body vibration terhadap
performansi kognitif yang diukur melalui Stroop Task dengan dua parameter: Total
Response Time (TRT) dan persentase skor benar. Penelitian dilakukan dengan
metode eksperimen faktorial, melibatkan 12 mahasiswa Teknik Industri Universitas
Sebelas Maret sebagai subjek penelitian. Variabel bebas terdiri atas dua level
kebisingan intermittent (65 dBA dan 85 dBA) dan dua level durasi whole body
vibration (5 menit dan 10 menit). Hasil analisis menggunakan Two-Way MANOVA
menunjukkan bahwa tingkat kebisingan intermittent berpengaruh signifikan
terhadap skor benar (p = 0,013), sedangkan durasi whole body vibration
berpengaruh signifikan terhadap TRT (p = 0,012). Tidak ditemukan interaksi yang
signifikan antara kedua faktor terhadap performansi kognitif. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa paparan kebisingan intermittent level tinggi dapat
menurunkan akurasi kognitif, sedangkan durasi whole body vibration yang lebih
lama dapat memperlambat waktu respons. Oleh karena itu, disarankan agar industri
mempertimbangkan menjaga intensitas kebisingan pada level maksimal 65 dBA
serta penggunaan earplug dan dinding peredam suara dapat dipertimbangkan
karena mampu menurunkan paparan kebisingan hingga 25 dBA. Sementara itu,
pada paparan whole body vibration diharapkan industri menerapkan rotasi kerja
untuk menghindarkan seorang pekerja terkena paparan secara terus menerus,
menjaga akselerasi getaran yang terjadi pada nilai maksimal 0,7 m/s^2, serta
penerapan penggunaan suspensi anti getar pada kursi atau lantai getar karena
mampu mengurangi efek getaran hingga 45%. Penelitian lanjutan dapat mengkaji
efek jangka panjang paparan simultan kebisingan intermittent dan whole body
vibration pada kinerja kognitif dalam berbagai skenario tugas yang lebih kompleks.