Fitria Khairani Salsabila. K7122132. Pembimbing: Dr. Anesa Surya, M.Pd. ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MATERI BANGUN DATAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KALIREJO. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni. 2026. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu keterampilan yang penting dimiliki di era abad ke-21 untuk mempersiapkan siswa agar siap menghadapi beragam tantangan dalam konsep matematika. Namun, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah khususnya pada materi bangun datar. Salah satu faktor internal yang diduga dapat memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis adalah gaya kognitif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD) pada materi bangun datar di kelas IV SDN 2 Kalirejo tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan 3 siswa mewakili masing-masing kategori gaya kognitif berdasarkan hasil Group Embedded Figures Test (GEFT). Pengumpulan data dilakukan melalui GEFT, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara semi terstruktur, dan observasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data mengacu pada model analisis Creswell yang meliputi mempersiapkan data, membaca data secara menyeluruh, pemberian kode, penentuan tema dan deskripsi, penyampaian tema, serta interpretasi makna. Indikator kemampuan pemecahan masalah yang digunakan mengacu pada empat tingkat kognitif, yaitu Understanding the Problem (memahami masalah), Devising a Plan (menyusun rencana penyelesaian), Carrying Out the Plan (melaksanakan rencana penyelesaian), dan Looking Back (memeriksa kembali penyelesaian masalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbeda-beda sesuai dengan gaya kognitif yang dimiliki. Siswa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) mampu memenuhi keempat indikator kemampuan pemecahan masalah matematis, yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali penyelesaian masalah. Siswa dengan gaya kognitif Field Dependent hanya mampu memenuhi sebagian indikator saja yaitu memahami masalah dan menyusun rencana penyelesaian. Secara keseluruhan, siswa dengan gaya kognitif Field Independent menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih optimal dibandingkan siswa dengan gaya kognitif Field Dependent. Alternatif solusi yang direkomendasikan adalah penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang dapat memfasilitasi setiap siswa. Siswa FI dapat diberikan teks bacaan kompleks tanpa panduan struktur dan materi disajikan tidak berurutan, jadi siswa diminta menyusun sendiri, soal open-ended tanpa scaffolding. Siswa FD dapat diberikan materi disajikan dengan peta konsep (mind mapp) yang jelas, teks dengan highlight bagian penting, lembar panduan membaca (reading guide).