Perkembangan globalisasi menyebabkan nilai-nilai
budaya lokal menghadapi tantangan untuk tetap relevan di tengah perkembangan
masyarakat. Kosmologi Jawa sebagai salah satu bentuk kearifan budaya lokal
memiliki nilai filosofis yang dapat dikembangkan melalui karya desain. Kosmologi
Jawa terdapat konsep kiblat papat lima pancer yang memuat makna
keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan memiliki potensi untuk
diterjemahkan ke dalam bentuk visual busana. Perancangan ini bertujuan
mewujudkan cocktail dress yang merepresentasikan nilai filosofi kiblat
papat lima pancer melalui penerapan teknik fabric manipulation. Metode
perancangan yang digunakan mengacu pada teori Bram Palgunadi yang terdiri atas
empat tahapan, yaitu proses penelitian, proses analisis dan penyusunan konsep
desain, proses penjabaran desain, dan proses produksi. Setiap tahapan
dilaksanakan melalui proses eksplorasi, ekstraksi, dan terminasi. Tahap
eksplorasi dilakukan melalui studi pustaka, studi visual, dan wawancara
mengenai kosmologi Jawa, konsep kiblat papat lima pancer, cocktail
dress, serta fabric manipulation. Tahap ekstraksi dilakukan dengan
menganalisis hasil pengumpulan data untuk menghasilkan konsep desain
berdasarkan aspek estetis, fungsional, teknik, bahan, dan mode. Tahap terminasi
dilakukan melalui penetapan konsep akhir, pengembangan desain, serta realisasi
produk. Hasil perancangan berupa lima cocktail dress yang terinspirasi
dari unsur air, api, angin, tanah, dan pancer dalam konsep kiblat papat lima
pancer. Konsep tersebut diwujudkan melalui simbolik filosofi kiblat
papat lima pancer yang didukung oleh penerapan teknik fabric
manipulation.