Kebaya kutubaru sebagai busana tradisional Indonesia
perlu dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan fesyen tanpa
menghilangkan identitas budayanya. Di sisi lain, penggunaan pewarna sintetis
pada tekstil masih mendominasi sehingga diperlukan alternatif pewarna yang
lebih ramah lingkungan. Perancangan ini bertujuan merancang kebaya kutubaru
kontemporer dengan aplikasi jumputan menggunakan pewarna alam daun ketapang.
Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan penciptaan seni SP Gustami yang meliputi
tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan
melalui analisis permasalahan dan penyusunan strategi pemecahan masalah. Tahap
perancangan meliputi penyusunan konsep desain berdasarkan aspek fungsi,
estetika, teknik, bahan, dan segmentasi pasar, kemudian divisualisasikan dalam
beberapa alternatif sketsa hingga diperoleh desain final. Tahap perwujudan
meliputi proses pembuatan karya dan evaluasi hasil. Hasil perancangan
menunjukkan bahwa kebaya kutubaru dapat dikembangkan menjadi busana kontemporer
melalui penerapan bentuk modern, detail desain, serta aplikasi motif jumputan
menggunakan pewarna alam daun ketapang. Karya yang dihasilkan memenuhi aspek
fungsi, estetika, dan teknik, serta menunjukkan bahwa daun ketapang mampu menghasilkan
karakter warna alami yang mendukung konsep fesyen berkelanjutan. Kebaruan
penelitian ini terletak pada pengembangan kebaya kutubaru kontemporer yang
mengintegrasikan aplikasi jumputan dengan pewarna alam daun ketapang dalam satu
konsep perancangan, sehingga menghasilkan busana yang memadukan nilai budaya,
inovasi desain, dan prinsip ramah lingkungan.