Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Faktor seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) dan jenis kelamin diduga berperan dalam kondisi kesehatan pasien TB-HIV. Pemahaman mengenai hubungan antara IMT dan jenis kelamin pada pasien TB-HIV penting untuk perencanaan intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran di Puskesmas Kota Surakarta.Metode : Penelitian kuantitatif analitik menggunakan total sampling pada pasien TB-HIV di 17 Puskesmas Kota Surakarta. Data diperoleh dari rekam medis pasien TB-HIV periode 2023–2025. Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi jumlah pasien dan bivariat untuk menilai hubungan antara jenis kelamin dan Indeks Massa Tubuh (IMT).Hasil: Sebanyak 24 pasien TB-HIV di 17 Puskesmas Kota Surakarta memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas berjenis kelamin laki-laki (83,3%) dan berusia 18–35 tahun (58,3%). Sebagian besar responden memiliki berat badan 45–54 kg (50,0%) dan tinggi badan 160–169 cm (45,8%), dengan IMT <18,5 kg/m² dan 18,5–22,9 kg/m² masing-masing sebesar 45,8%. Distribusi kasus TB-HIV bervariasi antar kecamatan dan puskesmas, dengan jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Jebres dan Banjarsari. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan jenis kelamin pada pasien TB-HIV (p = 0,233).Simpulan : Mayoritas pasien TB-HIV di Puskesmas Kota Surakarta berjenis kelamin laki-laki dan berada pada kelompok usia produktif. Distribusi kasus TB-HIV bervariasi antar kecamatan dan puskesmas. Tidak terdapat hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan jenis kelamin pada pasien TB-HIV.