Customer Relationship Management (CRM) merupakan strategi
yang digunakan perusahaan untuk membangun dan mempertahankan hubungan jangka
panjang dengan pelanggan guna meningkatkan retensi pelanggan. PT Nyala
Masadepan Indonesia menerapkan strategi CRM pada Program GSMB sebagai upaya
mempertahankan partisipasi sekolah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan implementasi strategi CRM dalam meningkatkan retensi
pelanggan pada Program GSMB serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaannya. Landasan teori yang digunakan meliputi CRM retensi pelanggan,
serta komponen CRM yang terdiri atas people, process, dan technology. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data
diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan
dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Vice President Digital Sales
dan Senior Digital Sales PT Nyala Masadepan Indonesia. Analisis data
dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa implementasi CRM pada Program GSMB telah dilakukan
melalui tiga komponen utama. Pada aspek people, PT Nyala Masadepan
Indonesia menerapkan komunikasi yang personal, pelayanan yang responsif, dan
pendampingan kepada pelanggan. Pada aspek process, CRM dilaksanakan
secara berkelanjutan mulai dari tahap praprogram, selama program berlangsung,
hingga pascaprogram melalui komunikasi aktif, pemberian apresiasi, pengumpulan
umpan balik, serta pemeliharaan hubungan jangka panjang. Pada aspek technology,
perusahaan memanfaatkan Spreadsheet, Kommo, WhatsApp Business,
NyalaApp, dan Odoo Dipsy untuk mendukung pengelolaan data serta komunikasi
pelanggan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran sekolah dan
penggunaan Spreadsheet sebagai basis data pelanggan yang masih
bergantung pada proses input manual. Meskipun demikian, implementasi CRM mampu
mendukung peningkatan retensi pelanggan yang ditunjukkan melalui hubungan yang
berkelanjutan dan partisipasi ulang sekolah dalam Program GSMB.