Program MBG merupakan program prioritas nasional yang memerlukan kerjasama stakeholder lintas sektor untuk mendukung keberjalanan program secara optimal. Peran stakeholder merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung keberhasilan program. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran stakeholder dalam mendorong kelancaran penyelenggaraan Program MBG melalui analisis peran sehingga dapat diketahui strategi pengelolaan stakeholder yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di khususnya di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan uji validitas data dengan triangulasi sumber data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian ini menggunakan konsep stakeholder dan model analisis stakeholder dengan Power versus Interest Grid. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa analisis peran stakeholder dalam penyelenggaraan Program MBG di Desa Plesungan, Gondangrejo Karanganyar menunjukkan keberhasilan stakeholder dalam penyelenggaraan Program MBG dikarenakan sebagian besar peran stakeholder mendominasi kuadran players dan termasuk stakeholder kunci, terdiri dari Headchef SPPG, Kepala SPPG, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DP3APPKB, PIC MBG Sekolah, dan Pemasok Bahan Baku Lokal. Selain itu, stakeholder yang menempati kuadran subjects dan termasuk stakeholder primer yaitu siswa sekolah dan ibu menyusui penerima program. Selanjutnya, Guru dan Kepala Sekolah berada pada kuadran crowd yang sekaligus menjadi stakeholder sekunder. Dari analisis pemetaan peran tersebut, dapat diketahui strategi pengelolaan stakeholder yang tepat untuk stakeholder kuadran players dengan manage closely melalui pelibatan komunikasi intensif dalam pengambilan keputusan, untuk stakeholder kuadran subjects dengan keep informed melalui pemastian persoalan yang mereka khawatirkan dapat terselesaikan, dan untuk stakeholder kuadran crowd dengan minimal effort/monitor melalui pemberian informasi secukupnya. Kesimpulan penelitian ini yaitu penyelenggaraan Program MBG di Desa Plesungan, Gondangrejo Karanganyar sudah didukung peran stakeholder yang kuat untuk mendorong keberhasilan penyelenggaraan program. Namun, peran stakeholder belum sepenuhnya berjalan optimal sehingga diperlukan perbaikan lebih lanjut pada koordinasi teknis, koordinasi rantai pasok, peningkatan ruang aspirasi bagi penerima manfaat dan pengembangan sistem evaluasi berbasis outcome.