Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan
bentuk tindak tutur bahasa sebagai pembangun humor dalam kumpulan naskah drama
Jawa karya Budi Waluyo, (2) mendeskripsikan bentuk implikatur dari tindak tutur
bahasa humor, dan (3) mendeskripsikan relevansinya sebagai materi ajar bahasa
Jawa di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan naskah
drama Jawa karya Budi Waluyo yang terdiri atas tiga judul naskah, yaitu (1)
Celengan Tresna, (2) Neng Pinggiring Stasiun Balapan, dan (3) Gegaraning Wong
Akrami, serta data hasil wawancara dengan ahli bahasa, guru bahasa Jawa, dan
siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan
wawancara, sedangkan teknik analisis data menggunakan cara interaktif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa bentuk tindak tutur ilokusi
yang mendukung terwujudnya tuturan humor, yaitu (1) deklaratif 1 data, (2) representatif
5 data, (3) direktif 2 data, (4) ekspresif 3 data, dan (5) komisif 1 data.
Selain itu, ditemukan pula bentuk implikatur, yaitu (1) implikatur percakapan
umum 4 data, (2) implikatur percakapan khusus 6 data, (3) implikatur berskala 2
data, dan (4) implikatur konvensional 2 data. Hasil penelitian ini juga
menunjukkan bahwa tindak tutur dan implikatur bahasa humor memiliki relevansi
sebagai materi ajar bahasa Jawa di SMP, khususnya pada materi teks drama. Unsur
humor dalam dialog dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan,
meningkatkan minat siswa, serta membantu siswa lebih mudah memahami penggunaan
bahasa Jawa.