Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik
(PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara di
saluran pernapasan umumnya bersifat progresif dan persisten. Rokok adalah
faktor utama PPOK karena asap rokok mengakibatkan inflamasi kronis pada paru
dan merokok dalam jangka panjang dapat mempercepat penurunan fungsi
paru. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah pasien yang tidak merokok memiliki pengaruh
yang signifikan dalam meningkatkan keparahan PPOK sehingga dapat diketahui
perbandingan tingkat keparahan PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan yang
tidak merokok menggunakan GOLD Criteria. Metode: Penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Subjek
penelitian adalah pasien yang terdiagnosis PPOK dengan riwayat merokok dan yang tidak
merokok di RSUD Dr. Moewardi pada periode
Januari 2023-September 2025 menggunakan teknik purposive sampling dengan
jumlah sampel 86 pasien menggunakan rekam medis. Uji penelitian yang digunakan
meliputi uji T-Independent untuk membandingkan dua kelompok dan uji Chi-Square
untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Hasil: Studi ini menunjukkan bahwa hasil uji T-Independent
untuk perbandingan
tingkat keparahan
PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan tidak merokok secara statistik
signifikan (p=<0,001). Rata-rata kelompok dengan riwayat merokok (2,79)
lebih besar dibandingkan kelompok tanpa riwayat merokok (1,77). Hasil uji
Chi-Square didapatkan pasien PPOK merokok lebih berisiko 10,7 kali lipat mengalami tingkat keparahan
PPOK yang lebih berat dibandingkan pasien yang tidak merokok (OR 10,7; 95% CI
3,8-29,9) dan menunjukkan hubungan yang signifikan
dan korelasi yang kuat antara derajat merokok dengan tingkat keparahan PPOK
(p=<0,001; C=0,622). Simpulan: Perbandingan
tingkat keparahan PPOK pada pasien dengan riwayat merokok dan yang tidak merokok menunjukkan perbedaan yang signifikan.