Latar belakang: Sjögren Syndrome (SS) merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai inflamasi sistemik, peningkatan sitokin proinflamasi seperti interleukin-1β (IL-1β) serta gangguan psikologis berupa kecemasan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Intervensi berbasis mind-body seperti guided imagery (GI) berpotensi memodulasi respons stres dan inflamasi, namun bukti klinis pada SS masih terbatas.Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi guided imagery sebagai terapi adjuvan terhadap kadar IL-1β, gejala klinis cemas dan kualitas hidup pada pasien SS.Metode: Penelitian dilaksanakan di poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Januari 2026 sampai Maret 2026. Penelitian eksperimental dengan desain randomized controlled trial, single-blind, pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 40 pasien SS dibagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20) melalui simple randomization dengan allocation concealment. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dan tidak ada sampel yang drop-out atau mengundurkan diri. Intervensi GI diberikan selama 4 minggu, dua kali sehari. Variabel yang diukur meliputi kadar IL-1β (ELISA), kecemasan (HARS), dan kualitas hidup (SF-36). Analisis menggunakan uji parametrik atau non-parametrik dan regresi linear dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan kadar IL-1β dibanding kontrol (p=0,000), diikuti penurunan skor kecemasan (p=0,023). Kualitas hidup meningkat secara signifikan pada kelompok intervensi dibanding kontrol (p=0,044), dengan nilai perubahan (delta) yang lebih besar. Analisis effect size menunjukkan efek besar pada IL-1β (d=0,865) dan kualitas hidup (d=1,007), serta efek sedang pada kecemasan (d=0,709).Kesimpulan: Terapi guided imagery efektif sebagai terapi adjuvan dalam menurunkan inflamasi dan kecemasan serta meningkatkan kualitas hidup pasien SS.