Tugas Akhir ini membahas analisis pengaruh variasi spacing mata pisau pada mekanisme potong horizontal mesin shredder portabel dalam sistem pengolahan limbah plastik PET skala kecil dan menengah. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan belum optimalnya kinerja mekanis sistem pencacah akibat konfigurasi geometris yang belum terverifikasi secara analitis, khususnya pada jarak antarmata pisau yang memengaruhi distribusi beban, tegangan, dan stabilitas proses pemotongan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons mekanis sistem terhadap variasi spacing guna menentukan konfigurasi yang paling optimal dari sisi kekuatan struktur dan keamanan operasional. Pendekatan yang digunakan meliputi perhitungan analitis awal untuk menentukan gaya potong, beban terdistribusi, dan respons poros, kemudian dilanjutkan dengan simulasi numerik berbasis Finite Element Analysis (FEA) menggunakan perangkat lunak ANSYS untuk menganalisis distribusi tegangan ekuivalen, tegangan geser, deformasi, serta faktor keamanan pada komponen mata pisau dan poros. Variasi spacing yang dianalisis meliputi 0 mm, 0,2 mm, 0,4 mm, 0,6 mm, 0,8 mm, dan 1,0 mm.Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan spacing secara signifikan memengaruhi distribusi tegangan dan kestabilan mekanisme potong. Pada konfigurasi spacing 0,6 mm diperoleh tegangan ekuivalen (von Mises) maksimum sebesar 31,502 MPa dan shear stress sebesar 15,639 MPa, serta faktor keamanan (Factor of Safety) sebesar 2,87, yang memenuhi kriteria desain (FoS ≥ 2). Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem bekerja dalam batas aman material sekaligus menghasilkan kontak pemotongan yang stabil dengan tingkat slip yang rendah.Dengan demikian, spacing 0,6 mm ditetapkan sebagai konfigurasi yang paling optimal karena mampu memberikan keseimbangan antara efektivitas pemotongan dan keamanan struktural sistem. Temuan ini memberikan dasar kuantitatif dalam pengambilan keputusan desain serta mendukung penerapan pendekatan rekayasa yang sistematis dalam pengembangan mekanisme pemotongan limbah plastik PET.